Lintang Media, 2021. Istilah montessori mungkin masih asing bagi beberapa orang tua. Namun dalam dunia parenting, montessori telah menjadi pilihan untuk diterapkan dalam pola asuh anak. Montessori sendiri merupakan sebuah metode yang ditemukan dan dikembangkan oleh seorang dokter perempuan asal Italia. Masa pandemi ini bisa menjadi salah satu waktu yang pas untuk memperlajari dan menerapkan metode montessori bersama anak selama berada di rumah lho. Yuk simak penjelasan yang lebih lengkap mengenai metode montessori.
Apa itu metode montessori yang menjadi salah satu metode dalam pola asuh anak?

Metode montessori dikenal dalam dunia parenting karena menggunakan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan metode pada masa tersebut. Pada mulanya, ada seorang dokter perempuan asal Italia yang bernama Dr. Maria Montessori. Dua tahun setelah menyelesaikan sekolah kedokteran pada 1896 dengan studi neuropatologi, Maria Montessori bekerja sebagai asisten psikiater di Klinik Psikiatri Universitas Roma. Di sana Montessori bertanggung jawab untuk merawat anak-anak difabel. Pekerjaannya inilah yang kemudian membuat ia tertarik dengan dunia pendidikan. Metode ini ia kembangkan sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami keterbelakangan mental.
Maria Montessori percaya bahwa setiap individu harus mengedukasi dirinya sendiri, sedangkan guru menyediakan informasi dan bimbingan kepada siswa di lingkungan yang edukatif.
Baca Artikel Lainnya:
4 Kegiatan Untuk Membangun Kedekatan Ibu dan Anak Perempuan
Sebelum Memilih Daycare Untuk Anak, Yuk Perhatikan Faktor Berikut
Prinsip dasar metode ini adalah penekanan terhadap kesadaran diri sendiri, pembelajaran langsung, dan permainan kolaboratif

Metode ini menjadi sangat populer dan semakin banyak mendorong munculnya sekolah dengan menggunakan metode montessori. Pada metode ini, guru bertugas sebagai pendamping atau fasilitator. Metode ini juga menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar dengan tingkat perkembangan anak. Selain itu, peran aktivitas fisik dalam menyerap mata pelajaran secara akademis maupun keterampilan praktik secara langsung juga menjadi poin yang diperhatikan.
Tidak sampai di situ saja, metode ini juga menggunakan peralatan auto correction untuk membantu anak belajar dengan baik. Penggunaan peralatan tersebut bertujuan agar anak mengerti soal benar atau salah terhadap perbuatan yang telah dilakukan, sehingga anak bisa mengoreksi dirinya sendiri. Nah, hal ini tanpa disadari membuat sang anak menjadi lebih paham atas kesalahan yang dilakukan, tanpa perlu diberitahu oleh pendidiknya.
Metode Montessori membebaskan anak untuk melakukan eksplorasi terhadap sekitarnya

Dalam pengamatan yang dilakukan oleh Maria Montessori, semua anak memiliki pikiran yang mudah menyerap informasi. Tak hanya itu, ia juga menemukan bahwa semua anak ingin belajar melalui permainan atau melakukan suatu hal. Ia juga percaya bahwa semua anak melewati beberapa tahap perkembangan, dan ingin menjadi mandiri. Sekolah yang menggunakan metode montessori biasanya tidak membagi ruang kelas berdasarkan usia. Semua usia dicampur dan berada pada satu kelas yang sama. Anak yang lebih muda dapat belajar dan berinteraksi dengan anak usia di atasnya. Sebaliknya, anak yang lebih tua dapat mengembangkan kemampuannya untuk mengajarkan pengetahuannya kepada anak usia di bawahnya.
Konsep dasar seperti ini, membantu anak-anak untuk bebas belajar apa pun. Tidak hanya di sekolah, metode ini pun juga bisa diterapkan di rumah. Sehingga diharapkan anak pun akan menikmati setiap proses belajar selama masa pertumbuhannya.
Ingin menerapkan metode montessori untuk anak di rumah ayah dan bunda?. Yuk tuliskan komentarmu pada kolom di bawah ini ya.


















