Lintang Media, 2021. Sepatu merupakan salah satu atribut yang perlu dipilih dengan nyaman untuk dikenakan oleh anak. Melihat buah hati kita tumbuh dan berkembang tiap harinya tentu memberikan perasaan bahagia kepada kita sebagai orang tua. Rasanya sejak anak masih 6 bulan, kita sudah ingin membelikan berbagai macam sepatu yang lucu agar penampilan anak semakin menggemaskan.
Mengenal kondisi telapak kaki anak.
Nah, ayah dan bunda tahukan bahwa usia 8-18 bulan di mana anak akan memulai langkah pertamanya dalam proses berjalan, anak tersebut belum membutuhkan sepatu. Kaki manusia terdiri atas 26 tulang dan 35 sendi yang disokong oleh ligamen otot. Pada bayi, kakinya juga dipenuhi dengan lemak dan sangat fleksibel. Saat pertama kali melangkah, telapak kaki balita cenderung datar dan ujung kakinya mengarah ke dalam. Hal ini disebabkan karena kekuatan otot dan ligamen kaki masih berkembang.

Telapak kaki datar akan membaik seiring dengan perkembangan tulang kaki anak. Ketika anak belajar berjalan, ia akan mendapatkan stimulasi sensori pada telapak kakinya saat menyentuh lantai. Itulah mengapa sebaiknya balita yang sedang belajar jalan sebaiknya dibiarkan bertelanjang kaki. Dengan bertelanjang kaki, jari-jari kaki mungilnya akan mencengkeram lantai dan membantu melatih kekuatan otot kakinya. Berikan kaus kaki yang hangat pada balita usia 8-18 bulan. Setelah anak mulai dapat berdiri dan berjalan dengan kedua kakinya, maka saat tersebut sudah tepat bagi kita untuk memberikan sepatu yang tepat dan nyaman.
Baca artikel lainnya:
Menangani Baby Blues, Berikut Support System Terbaik Untuk Ibu Baru
Anak mulai GTM? Bisa Diatasi dengan Afirmasi Positif ini, Bunda!

Memilih sepatu yang tepat dan nyaman bagi anak.
• Pilih ukuran yang pas sesuai dengan telapak kaki anak, atau berikan jarak 1 nomor di atasnya. Sepatu yang terlalu besar akan memberikan kelonggaran pada telapak kaki yang dapat berakibat anak mudah tersandung, dan sepatu yang terlalu kecil akan menyakiti jari, tumit serta dapat menyebabkan luka pada kaki.
• Pilih sepatu yang mudah digunakan namun juga tidak mudah lepas. Hal ini dapat berpengaruh pada kenyamanan anak saat beraktifitas. Tentunya anak akan terganggu bila sepatu yang ia gunakan talinya mudah lepas atau Velcro tidak terpasang dengan rekat
• Pilih sepatu yang ringan. Sebab sepatu yang berat akan menyusahkan anak dalam melangkah dan menggangu tumbuh kembang mereka.
• Pilih sepatu dengan sol yang tidak licin. Tentunya hal ini harus kita pastikan sendiri apakah sepatu tersebut benar memilik sol anti licin. Sepatu yang mahal belum tentu sesuai dan sepatu murah juga belum tentu tidak baik kualitasnya. Anak yang baru aktif akan selalu berlarian dan belum dapat “mengerem” langkah sepenuhnya, maka dari itu sol anti licin sangat dibutuhkan saat hendak memilih sepatu bagi anak.

Tips menentukan sepatu yang nyaman dan tepat untuk anak.
• Hindari membeli sepatu pada pagi hari, karena kaki akan membesar hingga 5% di sore hari.
• Anak harus berdiri saat mencoba sepatu. Tekanlah jarak antara ujung sepatu dan ujung jari dengan jempol. Harus ada cukup ruang pada tumitnya untuk menyelipkan kelingking anda.
• Biarkan anak berputar-putar di sekitar toko dengan sepatu selama lima menit. Lalu copotlah dan perhatikan kakinya. Bila ada bekas sepatu, pilih sepatu yang lain. Tidak ada gunanya memaksakan kaki anak masuk ke dalam sepatu.
• Gunakan kaos kaki. Hal ini akan memberikan sedikit ruang bagi kaki dalam menyesuaikan ukuran sepatu.
• Cari sepatu anak yang terbuat dari bahan yang nyaman, seperti kanvas, kain, atau kulit. Jangan membeli sepatu berbahan karet atau plastik. Pastikan sepatu memiliki pori-pori dan memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. Sepatu anak juga harus fleksibel atau dapat ditekuk dengan tangan tanpa membutuhkan banyak usaha.
Ternyata memilih sepatu untuk anak perlu benar-benar memperhatikan banyak hal ya bunda. Tuliskan komentarmu pada kolom di bawah ini ya. Bagikan juga artikel ini untuk teman serta kerabatmu.
Editor: Anisa Sari Asih


















