Lintang Media, 2021. Setiap fase perkembangan si kecil pasti memiliki tantangan dan perjalanan yang sulit, salah satunya adalah fase GTM pada anak. Seringkali fase ini cukup membuat orang tua, khususnya ibu harus memutar otak untuk membuat si kecil kembali doyan makan.
Apakah GTM itu?
GTM atau Gerakan Tutup Mulut adalah kondisi di mana anak menolak ketika waktunya makan. Hal ini sering membuat khawatir orang tua. Ketika GTM asupan nutrisi anak menjadi berkurang dan berakibat pada tumbuh kembang anak yang tidak stabil.

Biasanya orang tua akan berinisiatif untuk mengganti menu makan, menambahkan rasa baru, mengganti peralatan makan yang lucu, atau bahkan mengajak anak untuk jalan-jalan agar sang anak mau kembali makan. Usia anak yang mulai GTM biasanya ketika anak mulai MPASI, dari 6 bulan sampai 1 tahun. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal tersebut. Hal paling sering yang mengakibatkan anak GTM, adalah naiknya tekstur makanan dan juga tumbuhnya gusi. Hal-hal tersebut akan memunculkan rasa tidak nyaman bagi anak.
Baca artikel lainnya:
8 Baju Wajib untuk Isi Lemari Pakaian Si Kecil
Lirik Lagu Pok Ame Ame Lagu Anak Indonesia
Afirmasi positif/hipnoterapis mengatasi GTM pada anak.
Lalu, apakah ayah dan bunda sudah pernah mencoba afirmasi/hipnoterapis kepada anak untuk mengatasi GTM tersebut? Lalu apa itu afirmasi positif dan bagaimana cara melakukannya?
Afirmasi positif merupakan sebuah metode penegasan atau penguatan. Sebuah pernyataan positif atau kalimat yang ditujukan untuk diri sendiri yang bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar untuk membantu mengembangkan persepsi yang lebih positif terhadap diri sendiri ataupun tindakan yang lebih positif. Sederhananya, afirmasi positif ini semacam sugesti atau penguatan yang membantu kita berpikir lebih positif atau berlaku lebih positif.
5 Cara memberikan Afirmasi pada anak yang GTM

1. Saat anak sudah mengantuk persiapkan anak dalam kondisi yang nyaman. Ketika sudah hampir terlelap, ajak bicara sembari mengusap, memeluk, dan memegang tangannya. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman untuk membuka diri dan menerima nasihat dari orang tua.
2. Ajak bicara anak mengenai apa yang ingin kita fokuskan untuk merubah anak, semisal “Adek yang baik, mulai besok yang lahap ya makannya” atau “Adek sayang, besok bunda masak yang enak ya untuk adik, adik yang lahap ya?”
3. Lakukan dengan memberikan gestur tambahan seperti mengelus rambut, mengelus dahi, mengusap punggung. Lakukan hal tersebut agar memberikan efek relaks bagi anak.

4. Berikan ruang bagi anak untuk merespon. Dengan menanyakan responnya, anak sekaligus bisa berlatih menyampaikan pendapat dan perasaannya. Misalnya bisa dengan anggukan kepala.
5. Jika anak bereaksi dengan menganggukan kepala, berarti sugesti anda telah masuk.
6. Lakukan secara berkala dan konsisten.
Selain memberikan afirmasi positif, bunda juga dapat melakukan hal ini untuk membantu mengatasi masalah GTM pada anak :
• Berikan pujian saat anak berhasil menyelesaikan makannya. Bila hari itu hanya dapat makan 1 lembar roti tetap berikan pujian. Hal ini juga dapat menyenangkan hati anak dan memberikan suasana hati yang baik. Hal ini dapat membantu pemikiran anak bahwa proses makan itu adalah proses yang menyenangkan
• Beri tanggung jawab sederhana. Bunda dapat melibatkan si kecil dalam menata makanannya sendiri. Berikan kesempatan pada anak untuk menata sayur pada piring mereka sendiri. Atau berikan kesempatan anak untuk menyendokan sayur kedalam piring makan mereka.
Tuliskan komentarmu pada kolom di bawah ini ya. Bagikan juga tulisan ini untuk kerabatmu.
Editor: Anisa Sari Asih


















