Lintang Media, 2021. Emosi merupakan salah satu aspek yang menjadikan manusia sebagai makhluk sosial. Memperkenalkan berbagai macam emosi pada anak menjadi tugas bagi para orang tua. Hal ini akan memberikan manfaat bagi anak untuk bekal dirinya menjalani kehidupan di kemudian hari. Mengenalkan perkembangan emosi ke anak perlu kesiapan dan kesadaran dari orang tua juga. Ayah dan ibu harus memiliki pemahaman terkait emosi dirinya sendiri terlebih dahulu. Sehingga, ketika menuntun anak untuk mengenal emosi yang ada pada diri mereka menjadi jauh lebih ringan.
Anak-anak pada usia tertentu akan mengalami fase yang berbeda-beda. Ada kalanya mereka akan menjadi sangat penurut. Namun akan datang juga fase di mana mereka cenderung menjadi pribadi yang suka memberontak. Tugas orang tua adalah menemani setiap perkembangan anak baik secara fisik maupun emosi. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak mengenali emosinya.
Bantu anak mengenali dan memberi nama pada setiap emosi yang ia rasakan.

Kehadiran dan peran orang tua menjadi sangat penting bagi pembentukan karakter anak. Ketika memasuki fase anak mulai mengenal emosi yang lebih beragam, maka orang tua perlu selalu ada bersama anak. Dalam fase ini, sangat baik jika orang tua dan anak mulai berkomunikasi dan mengajak anak mengenali emosinya. Tak hanya sampai di situ, orang tua perlu membantu anak memberi nama pada setiap emosi yang mereka rasakan. Misalnya, ketika anak tiba-tiba terlihat murung dan menangis. Orang tua perlu menanyakan bagaimana perasaan anak, apakah ia sedang bersedih, dan mengapa ia bersedih. Walaupun anak mungkin belum mampu berkomunikasi dengan lancar, namun ia pasti akan memberikan jawaban. Misalnya anggukan kepala, gelengan kepala, atau justru menangis lebih kencang. Di sinilah orang tua perlu hadir utuh untuk menemani anak menghadapi emosinya.
Baca artikel lainnya:
Mengakali Rasa Bosan Si Kecil dengan Bermain Musik di Rumah
Tips Aman Bepergian Bersama Si Kecil Di Masa Pandemi
Menggunakan nama-nama perasaan dalam percakapan sehari-hari.

Emosi yang muncul pada anak perlu diajarkan secara berulang dan terus menerus. Misalnya ketika pagi hari ibu dan anak sedang bercanda dan tertawa, maka ibu bisa mengajak anak untuk bercerita bahwa mereka sedang mengalami perasaan yang bahagia. Menunjukkan tertawa adalah salah satu tanda ibu dan anak merasakan perasaan yang bahagia. Semakin anak mengenal nama-nama emosi pada kehidupan sehari-hari, maka semakin ia akan lebih mudah mengenali perasaan tersebut.
Memberi apresiasi atas usaha anak mengenali emosi.

Mengajarkan pada anak terkait emosi tentu bukan perkara mudah. Usaha anak dan orang tua yang berulang akan menjadi sebuah proses yang panjang dan melelahkan. Di saat seperti ini, orang tua harus selalu memberikan apresiasi pada usaha yang telah dilakukan oleh anak. Walaupun belum berhasil, namun pastikan bahwa anak merasa dihargai atas kesediannya mencoba memahami emosinya.
Untuk mengenalkan emosi pada anak, sediakan ruang untuk anak agar bisa menerima dan memahami emosinya.

Bagi anak, kehadiran orang tua merupakan sebuah tempat aman yang ia percaya. Dalam masa-masa perkenalan emosi, orang tua sebaiknya juga belajar untuk memberi ruang pada anak. Jika ia menangis peluk ia dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang. Pun ketika ia merasa bahagia, izinkan ia merasakan emosi kegembiraannya dengan tertawa ataupun tersenyum. Ini untuk menunjukkan bahwa emosi apapun yang sedang dirasakan oleh anak adalah hal yang nyata dan dipahami oleh orang tuanya. Sehingga, anak akan terbiasa menunjukkan emosinya di kemudian hari tanpa merasa takut.
Yuk, bagikan tips lain dari ayah atau bunda untuk membantu anak mengenali emosi mereka. Tulis komentar di bawah artikel ini ya.


















