Home Parenting Respons Menghadapi Anak yang Sering Mengeluh

Respons Menghadapi Anak yang Sering Mengeluh

Author

Date

Category

Lintang Media, 2021. Setiap orang tua memiliki cara masing-masing terhadap respon menghadapi anak. Dalam hal ini peran dan tindakan yang diberikan orang tua sangat berpengaruh pada tumbuh kembang emosinya. Namun, ketika anak mengeluh, hal tersebut juga adalah suatu hal yang wajar ya. Menjadi tidak wajar apabila hal itu terus menerus ia lakukan bahkan ketika telah diberi pengertian oleh ayah dan bunda. Karena hal ini bisa menjadi sebuah kebiasaan yang akan dibawa hingga dewasa ketika tidak dihadapi dengan baik.

Setiap orang tua pasti pernah merasa bingung bagaimana cara terbaik merespon ketika si kecil sering mengeluh. Kita simak yuk cara yang tepat saat anak mengeluh menurut Yasmine Nur Edwina, M.Psi. yang merupakan seorang psikolog anak.

1. Menerima emosi anak terlebih dahulu.

Cara pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan menerima dan memvalidasi emosi anak. Kita sebagai orang tua harus mampu menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk menjadi dirinya sendiri dalam berbagai kondisi. Dengan demikian, kita membantu memberikan ruang untuk anak mengekspresikan emosinya.

Anak perempuan kesulitan mengerjakan PR-nya. Education photo created by freepik – www.freepik.com

Selanjutnya, jika anak telah merasa tenang, ajak anak untuk berkomunikasi mengenai emosi dan keluhannya. Bantu ia mengenali emosi yang ia rasakan dan berikan pengertian dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Cara ini bisa dilakukan sebelum tidur sembari memeluk atau mengusap kepalanya ya. Hal ini dilakukan agar ia tau bahwa ia tetap dicintai sebagaimana dirinya.

Baca artikel lainnya:
Belajar Nilai Kebaikan dari Lagu Anak Tradisional
Memilih Masker untuk Anak pada Masa Pandemi

2. Menanyakan pendapat dan bantuan yang diperlukan.

Setelah memberi ruang ekspresi, langkah selanjutnya untuk merespon ketika anak mengeluh adalah dengan menanyakan apa yang mereka perlukan. Bantu anak membangun komunikasi untuk bisa mengenali kebutuhan dan keinginannya sendiri.

Misalnya ketika ayah dan bunda melihat ia sedang bermain. Kita bisa bertanya dengan mengucapkan “coba mana tunjukin bagian yang susah”, “susah pasangnya atau bingung mau dipasang gimana nak?”.

little boy feeling grumpy with his toy
Anak laki-laki yang kesal akan mainannya. School photo created by bristekjegor – www.freepik.com

Terkadang mereka hanya butuh arahan untuk mengetahui bagian yang sulit. Setelah kita membantu anak memvalidasi kebingungan mereka, kita juga akan dapat lebih mudah membantu mereka. Usahakan tetap mendorong mereka melakukannya sendiri. Pastikan kita selalu siap menolong anak ketika mereka membutuhkan. Sehingga mereka tetap merasa diperhatikan.

3. Memberi bantuan secara bertahap.

Anak akan selalu membutuhkan bantuan dari orang tuanya. Namun kita juga bisa melatih mereka untuk mandiri dan berhati-hati. Bantuan kepada anak dapat diberikan secara bertahap dan menyesuaikan dengan apa yang mereka butuhkan. Dalam hal ini orang tua perlu menyesuaikan dengan kemampuan anak.

a young girl playing puzzle with his dad
Menemani anak bermain puzzle. Photo by Debby Hudson on Unsplash

Hal ini bisa dilakukan ketika anak sedang bermain. Orang tua bisa memberikan contoh untuk membantu mereka. Pastikan mereka memperhatikan ayah atau bunda saat memberikan contoh ya. Misalnya ketika menyusun puzzle atau mencocokkan bagian dengan gambar yang sama. Karena ini adalah permainan, pastikan anak juga menikmati ketika menjalankan prosesnya ya.

4. Memberi jeda pada anak.

Proses ini tidak hanya untuk kebaikan anak, tetapi juga penting bagi orang tua agar tetap sabar. Apabila ayah atau ibu sudah melakukan ketiga hal di atas namun anak tetap terus menerus mengeluh, maka hal yang bisa dilakukan berikutnya adalah memberi jeda atau waktu pada anak. Hal ini membutuhkan perhatian penuh dari orang tua. Anak diberi waktu untuk menenangkan emosinya beberapa waktu. Setelah itu barulah ayah dan bunda bisa berkomunikasi kembali dengan anak.

Young girl showing his feelings
Anak perempuan yang kesal karena dihukum. Book photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Memaksa kehendak pada anak hanya akan membuat mereka tertekan dan merasa tidak dimengerti. Jadi biarkan anak juga memiliki ruang untuk ia memproses emosinya sendiri. Perlahan ajak anak berkomunikasi setelah ia merasa nyaman dan lebih tenang.

Demikian cara untuk merespon anak ketika ia sering mengeluh. Jangan lupa beri ucapan yang membesarkan hati ketika mereka berhasil. Dampingi anak dan berikan arahan sesuai kebutuhan mereka yuk!

Tuliskan komentarmu pada kolom di bawah ini ya. Jangan lupa bagikan juga tulisan dan tips parenting di atas pada orang-orang di sekitarmu.

Editor: Anisa Sari Asih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here