Home Tips Bangun Pola Makan Anak dengan Langkah yang Tepat

Bangun Pola Makan Anak dengan Langkah yang Tepat

Author

Date

Category

Lintang Media, 2021. Membentuk pola makan anak merupakan salah satu proses secara sadar atau tidak sering kali membuat para orang tua khususnya ibu cukup pusing. Apalagi pada usia atau fase tertentu, anak-anak kadang memilih sikap tutup mulut atau yang lebih dikenal dengan GTM (gerakan tutup mulut). Hal ini tentu saja memicu kepanikan dan tak jarang orang tua menjadi tidak sabaran bahkan marah menghadapi anak terkait pola makan yang tidak stabil.

Padahal ada banyak sekali cara agar si kecil lebih antusias dan tidak memilih-milih makanan. Apa saja sih cara dan trik tersebut? Berikut penjelasan langkah-langkahnya, bunda.

Buat jadwal makan untuk anak secara konsisten. Kebiasaan ini membantu bunda memahami pola makan anak.

Ibu menyuapkan anaknya dengan sabar sembari mengenalo pola makan
Ibu sedang menyuapi anaknya. Photo by Tanaphong Toochinda on Unsplash

Setelah 6 bulan, anak-anak akan mulai memasuki masa MPASI. MPASI adalah sebuah fase di mana setiap anak perlahan tapi pasti akan mengenal dan mengonsumsi makanan yang lebih beragam dari segi rasa, tekstur, jenis, dan aroma. Biasanya MPASI awal pada anak dimulai dengan memperkenalkan makanan yang sedikit lebih berasa dan memiliki tekstur yang lebih solid dari pada asi, seperti bubur. Ada juga yang memilih makanan seperti biskuit dan atau sayur dan buah yang utuh. Apapun pilihan bunda, ingat, pastikan terjadwal, agar anak pelan-pelan mengerti bahwa makan adalah sebuah kegiatan rutin yang terjadwal.

Baca artikel lainnya :
Tidak Perlu Cemas, Berikut Cara Mudah Jelaskan Virus Corona Kepada Anak
Lagu Anak-anak yang Makin Tergerus Modernisasi Masa Kini

Persiapkan menu makanan secara terjadwal. Hal bunda untuk mengingat jenis makanan yang telah dan akan dikonsumsi anak.

anak makan dengan antusias dan bahagia
Kebahagaiaan ketika anak makan dengan berbagai pilihan makanan. Photo by Alex Green from Pexels

Setelah melewati masa MPASI,  tahapan berikutnya menjadi cukup penting untuk memperkenalkan berbagai macam jenis makanan pada anak. Walaupun pola makan anak belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna dan stabil, namun sudah mulai terlihat kecenderungannya. Selain perlu memperhatikan kandungan dan nutrisi yang dibutuhkan, bunda juga harus jeli dan terampil membuat jadwal menu makanan. Hal ini bertujuan memperkenalkan berbagai macam rasa dan memenuhi asupan anak. Sering kali salah satu penyebab anak pilih-pilih makanan karena makanan yang diberikan tidak beragam. Jadwal makanan yang dibuat ini tentu saja akan membantu bunda untuk membuat berbagai macam pilihan makanan bagi anak.

Hargai keinginan mereka agar orang tua dapat memahami pola makan anak dengan jelas.

Ekspresi anak mengambil makanannya sendiri
Anak memilih makanannya sendiri. Photo by Vanessa Loring from Pexels

Dengan mengatur jadwal makan yang konsisten bagi anak, maka anak juga akan mulai mengenali reaksi tubunya sendiri. Bunda juga akan mengenal dan membentuk pola makan untuk anak. Ia pelan-pelan akan mengetahui kapan dan bagaimana saat merasakan lapar. Sehingga, ia bisa mulai mengatur kebutuhan dan keinginannya untuk makan. Hargai juga ketika anak tidak ingin makan, ini sangat mungkin terjadi dalam beberapa fase karena satu dan lain hal. Misalnya, ketika anak sedang tidak enak badan atau kelelahan. Namun, bunda tetap harus siaga untuk menawarkan makanan bagi anak.

Ajak anak ikut berbelanja, mengolah, dan mempersiapkan makanan.

Ibu dan anak mempersiapkan makanan bersama untuk membangun pola makan anak
Ibu dan anak mempersiapkan makanan bersama. Photo by August de Richelieu from Pexels

Mengajak anak turut serta dalam berbelanja, memilih, dan mengolah makanan bisa bunda lakukan sedari dini. Walaupun belum sepenuhnya mengerti namun ini merupakan sebuah kebiasaan baik yang bisa diterapkan. Selain mengajak anak untuk bisa terlibat, kegiatan ini juga akan membantu mendekatkan hubungan dan mengasah komunikasi anak dan orang tua.

Bunda juga perlu mendengar pilihan makanan dari anak, apa yang mereka sedang ingin makan dan tidak. Hal ini mungkin memang sedikit terlihat merepotkan, namun percayalah anak akan jauh lebih bisa mengerti pentingnya mengolah dan memilih makanan.

Nah kalau sudah menerapkan langkah di atas untuk membentuk pola makan anak, share pengalamannya di kolom komentar ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here