Lintang Media, 2021. Si kecil masuk sekolah jam 7, tapi Anda bangun jam 6.30. Alhasil, sarapan tidak sempat termasak, mie instan jadi penyelamat. Familiar dengan cerita ini? Atau bahkan Anda pernah melakukannya? Ya, mayoritas orang tua memberikan makanan instan atau makanan cepat saji pada buah hatinya adalah untuk kepraktisan dan kemudahan pemberian makanan pada anak.
Tidak hanya karena praktis. Rasa makanan instan memang nyatanya sering disukai anak-anak ketimbang masakan rumahan. Padahal konsumsi makanan yang serba praktis tersebut dengan intensitas sering akan dapat memberikan dampak tersendiri pada kesehatan anak.
Dilansir dari Klikdokter yang menyebutkan bahwa dalam penelitian yang dipublikasikan di International Study of Asthma and Allergies in Childhood, konsumsi makanan cepat saji sangat erat kaitannya dengan adanya gejala asma, eksim, dan rinitis yang diderita anak. Selain itu, anak yang terlalu sering konsumsi makanan cepat saji juga lebih beresiko untuk terkena gangguan kesehatan sebagai berikut.
Obesitas atau kegemukan
Makanan instan memiliki rasa yang enak dan gurih sehingga anak bisa mengkonsumsinya dalam jumlah banyak. Hal ini kemudian memicu terjadinya kegemukan atau obesitas yang akhirnya membuat banyak anak bertubuh gemuk yang tak sehat.
Kekurangan nutrisi
Apa yang ada di dalam sebuah makanan instan? Seperti mie instan misalnya, yang ada di dalamnya hanya karbohidrat karena terbuat dari tepung. Sementara penambahan telur dan lainnya akan menambah lemak yang masuk ke dalam tubuh. Nutrisi penting yang didapat dari sayuran, protein nabati atau hewani dan lainnya nyaris tak didapatkan dari makanan instan.
Muncul penyakit kronis
Bahwa setiap anak yang terlihat gemuk belum tentu sehat. Anda bisa memperhatikan dari asupan makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Jika yang dikonsumsi anak adalah makanan instan maka tentu saja tubuhnya gemuk tapi belum tentu sehat.
Akibat dari konsumsi makanan instan lainnya adalah munculnya penyakit kronis yang bisa diderita anak. Seperti misalnya diabetes atau kolesterol.
Gangguan fungsi memori
Gangguan fungsi memori dapat dialami oleh anak yang terus menerus mengkonsumsi makanan instan. Hal itu bisa terjadi ketika anak mendapatkan makanan dengan kadar gula atau lemak tinggi sehingga menghambat fungsi memori yang dimilikinya.
Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan, maka bukan tidak mungkin anak akan mengalami penurunan prestasi di kemudian hari.
Depresi sejak dini
Anak yang terbiasa mengkonsumsi makanan instan juga akan lebih rentan untuk alami depresi sejak dini. Karena mereka terbiasa untuk mengonsumsi makanan yang lezat dan enak namun rendah nutrisi.
Ketika kondisi tubuh mulai menurun dan harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi maka mereka akan menolak dan mudah terkena depresi akibat tekanan tersebut.
Baca artikel lainnya:
Pengaruh Makanan Cepat Saji Pada Ibu Hamil Dan Tumbuh Kembang Janin
Hati-hati, Memberi Gadget Untuk Atasi Anak Rewel Bukanlah Solusi
Kandungan makanan cepat saji yang berbahaya untuk kesehatan anak.

Sebenarnya, apa sih kandungan dalam makanan cepat saji rupanya terbilang berbahaya untuk dikonsumsi dalam jangka panjang? Kandungan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Natrium
Natrium biasa kita kenal dengan garam. Dalam makanan instan, natrium banyak terdapat dalam bumbu yang gurih yang jumlahnya sangat banyak untuk dikonsumsi tubuh. Akibatnya, jika dikonsumsi berlebihan maka akan berpotensi membuat penikmat makanan instan akan memiliki penyakit darah tinggi atau hipertensi.
b. Lemak
Banyak penikmat makanan instan yang justru mengalami peningkatan kolesterol dalam darah karena terlalu banyak lemak dalam makanan yang disantap. Bukan hal yang baru ketika Anda menyantap mie instan kemudian menambahkan telur dan tambahan lainnya untuk membuatnya terlihat bernutrisi.
Padahal yang Anda dapatkan adalah tambahan lemak yang banyak dengan sedikit sekali nutrisi.
c. Karbohidrat
Kandungan karbohidrat dalam makanan instan yang tinggi juga menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes dan kegemukan. Sehingga penting untuk diketahui bahwa makanan instan hanya bersifat untuk membuat perut kenyang saja tanpa bisa memenuhi gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Cara mudah atasi kecanduan makanan cepat saji pada anak.
Nah, jika anak Anda sudah terlanjur kecanduan konsumsi makanan instan, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasinya.
Sajikan makanan sehat secara kreatif.
Anda bisa mencari resep atau tutorial masak yang kini banyak terdapat di media sosial. Banyak sekali masakan sehat buatan rumah yang dibuat dari bahan makanan bergizi namun menarik serta lezat untuk cita rasa anak-anak.
Berikan contoh konsumsi makanan sehat.

Bagaimanapun juga, anak pasti akan melihat dan meniru orang tua mereka. Jika orang tua sering mengkonsumsi makanan instan, maka otomatis anak pun akan mengikutinya.
Jadi sebisa mungkin berikan contoh yang baik untuk konsumsi makanan sehat.
Pastikan anak makan dengan gembira dan menyenangkan.
Pastikan untuk tidak memaksa anak agar supaya makan atau menghabiskan makanannya. Hal itu justru akan membuatnya trauma akan kegiatan makan dan akan semakin menolak makan.
Buat sendiri makanan pengganti makanan cepat saji di rumah.
Anda bisa membuat pengganti makanan cepat saji di rumah dengan yang lebih sehat. Seperti misalnya membuat nugget atau sosis sendiri, membuat jelly sendiri hingga membuat es krim atau camilan buah yang lezat di rumah bersama buah hati.
Mengajak si kecil untuk berkebun sayuran atau buah-buahan di rumah.
Tips yang terakhir adalah dengan mengajak si kecil untuk menanam sayur atau buah di kebun dekat rumah. Ajari mereka bagaimana cara menanam, merawat hingga mengikuti proses tanaman tumbuh dan mengeluarkan buah atau sayuran. Hal itu akan sangat membantu mereka untuk menghargai buah dan sayuran yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh mereka.
Tentunya artikel ini bukan untuk melarang anak konsumsi mie instan. Seperti pada awal artikel ini menjelaskan tentang dampak untuk anak jika terlalu sering makan makanan cepat saji. Semoga ulasan ini membantu Anda lebih bijak dalam mempersiapkan makanan si kecil sehari-hari, ya! Apa menu favorit keluarga Anda?
Editor: Samsul Arifin


















