Home Parenting Cara Baik Mengkritik Anak yang Perlu Diperhatikan

Cara Baik Mengkritik Anak yang Perlu Diperhatikan

Author

Date

Category

Lintang Media, 2020. Membentuk karakter anak merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua. Tidak hanya memberi apresiasi ketika anak melakukan kebaikan, mengkritik anak juga perlu diberikan sebagai bentuk feedback terhadap hal-hal yang dilakukan anak. Sayangnya, kritik terlanjur memiliki konotasi negatif yang seolah-olah tidak baik untuk dilakukan.

Banyak orang tua yang kurang tepat dalam memberi kritik sehingga membuat anak merasa dirinya selalu salah tanpa tahu yang benar. Anak yang merasa selalu dimarahi akan lebih sulit menerima saran dan berkembang. Lalu, bagaimana cara menyampaikan kritik yang baik dan bijak? Yuk langsung simak penjelasannya di bawah ini!

Sampaikan kesalahannya dengan jelas.

Jangan menyerang pribadi anak seperti “Kamu ini selalu saja malas merapikan mainan”, hal tersebut akan tersimpan di diri anak sehingga ada kemungkinan anak akan terus menerus menganggap dirinya adalah seorang pemalas. Sampaikan kesalahannya dengan jelas dan spesifik, tapi tetap dengan nada yang lembut dan tidak membentak.

Contoh: “Mainanmu berantakan, Nak”.

children play pillow war
Mainan anak berantakan. Photo by Allen Taylor on Unsplash

Gunakan kata-kata positif saat mengkritik anak.

Gunakan kalimat yang positif dalam mengkritik anak dan berilah saran agar dapat menonjolkan sifat positif yang bisa Ia lakukan di kemudian hari.

Contoh: “Seandainya mainanmu dibereskan sekarang, besok akan mudah ditemukan, loh!”.

Jangan berfokus pada kesalahan lampau.

Alih-alih mengatakan “Kamu selalu merusak buku”, sampaikan “jika disimpan dengan rapi, bukumu tidak akan rusak.”

Jangan pernah mengungkit-ungkit kesalahan anak yang pernah terjadi di masa lampau karena anak akan merasa usahanya melakukan perubahan menjadi sia-sia dan tidak dihargai.

Pahami perasaan anak.

children play run together
Memahami perasaan anak. Photo by jurien huggins on Unsplash

Kebanyakan orang tua akan langsung marah ketika melihat anak melakukan kesalahan, hal tersebut dapat merusak suasana hatinya sehingga akan lebih sulit untuk menerima kritik. Pahami perasaan anak dengan lembut.

Contoh: “Lelah ya mengembalikan buku ke rak setelah bermain, tapi tetap harus dirapikan ya, agar besok mudah ditemukan lagi.”

Baca artikel lainnya:
Menangani Baby Blues, Berikut Support System Terbaik Untuk Ibu Baru
Demi Keluarga Harmonis, Hindari Kekerasan Verbal Terhadap Anak

Sebelum mengkritik anak, bantu dia mengakui kesalahan.

Ketika melakukan kesalahan, anak cenderung takut untuk mengakui dan jujur atas kesalahannya. Bantu anak memahami bahwa berbuat salah sesekali itu wajar dan harus diakui, bukan disembunyikan. Sampaikan dengan lembut bahwa kesalahan bisa diperbaiki dan mengakui kesalahan adalah hal yang hebat.

Contoh: “Bajumu akan bersih kembali kok setelah dicuci, lain kali mewarnai di buku gambar saja, ya.”

Tidak sedikit orang tua yang mau memberikan kritik terhadap anak karena takut akan menyakiti perasaan anak. Padahal jika tidak disampaikan, anak bisa mengulang-ulang kesalahan karena tidak tahu jika yang dilakukan adalah salah. Kritik yang membangun juga dapat membantu anak untuk berubah menjadi lebih baik. Anak akan selalu menerima kritik dengan senang hati jika disampaikan dengan cara yang baik karena ia akan merasa orang tuanya menyayanginya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here